Peregangan baut dengan hidrolik yang aman dan berkinerja tinggi

Bolt tensioning with CEJN 116 T-connection

Peregangan baut adalah metode pengencangan terkendali yang memberikan beban pada baut dengan meregangkan secara aksial. Upaya mekanis untuk membuat torsi diganti dengan tekanan ultra tinggi hidrolik. Coupling dan nipple bertekanan ultra tinggi dari CEJN adalah produk standar untuk penerapan seperti ini, perekayasa kami sangat berpengalaman dan CEJN menjamin produknya aman, berkualitas, dan berkinerja tinggi.

Temukan coupling bertekanan ultra tinggi untuk penerapan anda

Berikut adalah penjelasan lebih akurat mengenai cara kerja peregangan baut. 

Original state of bolt and nut before stretching

Keadaan asli mur dan baut sebelum peregangan

The bolt tensioning tool is assembled onto the bolt to be tightened. The hydraulic coupling/hose is attached
Alat peregangan baut dipasang pada baut untuk dikencangkan. Coupling/selang hidrolik dipasang.

Hydraulic pressure is applied to the tensioner from a tensioning pump.

Tekanan hidrolik digunakan pada tensioner dari pompa peregangan.

Bolt tensioning. The nut is wound down against the joint force.
Mur dikencangkan pada joint force.

Pressure is released and the bolt remains with accurate load
Tekanan dilepaskan dan baut tetap dengan beban yang akurat.

The hydraulic equipment is disconnected followed by removal of the tensioner.

Peralatan hidrolik dilepas lalu dilanjutkan dengan pelepasan tensioner.

State of bolt after stretching. The bolt behaves like a spring: when the pressure is released the bolt is under tension, creating the required clamping force across the joint.
Keadaan baut setelah peregangan. Baut seperti pegas: ketika tekanan dilepaskan, baut meregang, menimbulkan kekuatan penjepitan yang diperlukan pada joint.